Oleh: ankamal | Desember 31, 2009

TAHUN BARU?… Merenung dulu Yuk!!!

entar lagi memasuki tahun baru nih??
hmmm…. Tahun nanti akan bagaimana ya??…
Sebelum memasuki tahun baru beberapa artikel yang saya temukan dalam sebuah renungan tahun baru. Semoga benar-benar bisa menjadi sebuah renungan buat kita. Saling mengingatkan dalam kebaikan, kenapa tidak kan?_____________________….

Tinggal beberapa jam lagi kita akan memasuki tahun yang baru. Sebuah renungan tahun baru dan intropeksi diri diperlukan untuk mengingat kejadian-kejadian  yang sudah kita lewati selama 1 tahun lalu. Renungan akan keberhasilan, renungan akan kegagalan, renungan akan cinta yang takkan tergerus oleh jaman hingga per-sahabat-an yang penuh makna. Tahun baru menawarkan sejumlah harapan yang akan dicapai, sejumlah harapan untuk menebus kegagalan tahun lalu, harapan untuk menjadi lebih baik. Setiap individu melewatkan malam tahun baru dengan cara yang berbeda-beda, dengan tema renungan tahun baru yang berbeda pula, dengan cara penghitungan hidup yang takkan pernah sama.

Mungkinkah dengan pertambahan tahun dianggap sebagai sekedar pertambahan usia, pertambahan tugas kerja, pertambahan kenikmatan hidup dll. Setiap sobekan kalender ditandai dengan suatu kegembiraan yang tiada tara hingga terkadang lupa bahwa akan ada hari dimana ini semua akan berakhir, hari dimana ini semua akan menunjukkan kesia-siaannya. Manusia hanya menjaring angin, hanyalah mampir untuk minum, hanyalah sebuah bunga yang hari ini berkembang indah dan keesokan harinya layu dan dilupakan orang.

Bertambahnya suatu tahun sebenarnya adalah pengurangan dari tahun itu sendiri. Bertambahnya suatu usia hakekatnya adalah berkurangnya usia. Inilah yang disebut cara penghitungan kurang. Semua ada batasnya, pertandingan ini ada garis finisnya, perlayaran ini ada dermaganya. Semua sudah ditentukan, semuanya sudah ditetapkan. Ketika kita meniup terompet tahun baru atau meniup lilin ulang tahun, itu menandakan bahwa bunyi dan nyala api kita semakin berkurang dan semakin berkurang

Seberapa banyak kita telah membagikan hidup kita selama kita menghabiskan 365 hari lalu untuk orang lain ? Seberapa banyak orang lain merasakan bahwa kita hadir disaat mereka memerlukan ? Seberapa peka hati kita ketika melihat ada orang lain yang tersungkur ditepi jalan karena habis dirampok dan dianiaya ? Berbagi hidup untuk orang lain adalah kebahagiaan sejati yang bisa kita dapatkan. Kalau boleh jujur, kita merasa bahagia justru disaat kita memberi sesuatu, bukan saat menerima sesuatu. Kita adalah makhluk sosial, dibentuk dan di modifikasi secara khusus oleh Yang Maha Kuasa untuk berbuat sesuatu bagi orang lain.

Itulah sebabnya, bukan Tahun Barunya yang penting, tetapi bagaimana setiap manusia mulai menata ulang sikap mentalnya untuk memasuki tahun baru. Bahkan, setiap orang akan mampu merayakan Tahun Baru kapanpun dengan ungkapan syukur karena ia berhasil mengubah cara berfikir, sikap, dan tingkah lakunya dalam bergaul dengan orang lain

Renungan tahun baru adalah moment intropeksi diri yang paling mujarab untuk memberikan kita motivasi agar menjadi lebih baik se-tahun kedepan. Renungan dan harapan baru ditahun yang baru ini semoga dapat menjadi sedikit bekal buat kita menyongsong tahun yang penuh tantangan dan keberhasilan.

“Tahun baru bermakna menemukan JATI DIRI yang sesungguhnya tentang makna KEHIDUPAN dan ARTI HIDUP”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: