Oleh: ankamal | Desember 29, 2009

Antara rasa, asa, dan cita

Pernah meraskan hal yang sama? menyimpan antara rasa, asa, dan cita tertuju pada seseorang. ya, dia, dia yang menjadi tambatan hati. emh, terlalu berlebihan memang, tapi kenyataan antara rasa, asa, dan cita itu terus membumbung tinggi. Sebuah Do’a pun terlontar dari gagapnya mulut berucap, tapi kekuatannya takkan tertandingi karena berbalutkan tekad akan kisah yang berujung manis walau cemas masih menghantui.

“Tuhan aku ingin menjadi miliknya

Aku ingin tenang di sampingnya

Cintaku kepada hamba Mu

Adalah ibadahku untuk Mu

Sekiranya dia bukan untukku hapuskanlah perasaanku kepadanya”

Sekiranya tak pantas membumbung rasa, asa, dan cita pada penghambaan pada satu cinta yang belum nyata. Tapi, apakah salah atas apa yang kini ada? menusuk sukma dan tak mampu menepiskannya barang sekejap…. Tuhan… Engkaulah pemilik hati ini, tautkanlah hati ini dengan hati hambamu yang selalu tertaut cintanya pada-Mu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: