Oleh: ankamal | Desember 16, 2009

Terlalu cepat semua itu…

Seketika ku telah mengetahuinya, walau raut tak menampakkan sosok diri dalam merona tak menentu.

Bukan aku tak peduli, tapi begitu cepat kesakralan akan keindahan yang kau sendiri belum pasti.

Hanya samaran bayang akan sebuah harap kau ciptakan dalam kesemuan. Atau, apakah terlalu mudahnya hembusan rasa kau cipta dalam kepastian?

Nyatanya tak mampu ku ambil secepat busur panah melesat lepas dalam ketegangannya.

Mungkin tak mudahnya bagiku berkata iya, walau setumpuk rasa tlah menjunjung bak gunung menjulang… Tapi semua ini masih semu, aku butuh perkenalan, pemahaman dan pengertian.

Kalaupun kau sekarang anggapku tak hiraukan atas semua gundah dan dilema yang kau agungkan itu karena atas nama cinta, secepat itukah kau memaknainya?

Ada rasa ketenangan, ada rasa kemesraan yang sekarang kau mampu hadirkan dalam senyum nyata yang kau cipta, mengapa terlalu cepat kau paksa aku untuk membencimu?

Biarlah nestapa hatiku dan hatimu terbalut rindu di dada, kalau memang itu menjadi indah sesaat. Maaf, atas luka yang mungkin kau rasa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: